Jumat, 11 Juli 2014

MELATIH ANAK-ANAK UNTUK MENCINTAI ALAM



Kegiatan tanam pohon diadakan pada tanggal 22 Desember 2013 di Kampung Goloworok, Desa Goloworok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur.

LATAR BELAKANG
Pohon memberikan banyak manfaat untuk kehidupan manusia. Pohon, disamping untuk tujuan penghijauan, bisa membantu untuk meningkatkan debit air, menahan longsor, menjaga iklim, dan juga untuk kebutuhan manusia akan kayu bakar. Perambahan hutan tentu saja berakibat negatif pada alam dan manusia itu sendiri.  
Indonesia memiliki luas hutan sekitar 142 juta ha. Tidak selamanya luas hutan tropis ini dilindungi. Perambahan hutan terjadi di mana-mana di Indonesia. Ini telah mempangaruhi kondisi alam dan kerapkali memberikan akibat fatal akan keselamatan manusia.

     Goloworok adalah sebuah kampung kecil yang terletak di sebelah barat Kabupaten Manggarai. Dulunya kampung ini dikelilingi hutan lebat. Karena pertumbuhan penduduk semakin meningkat diikuti dengan kebutuhan ladang yang besar pula, sebagian hutan yang dulunya rimbun kini dijadikan lahan pertanian. Tentunya kenyataan ini membawa dampak negatif bagi alam itu sendiri dan juga masyarakat sekitar.

UPAYA PEMULIHAN HUTAN



Kami dari Kongregasi Scalabrinian bekerja sama dengan Dinas Kehutanan Kabupaten Manggarai telah berupaya untuk memulihkan hutan dengan menanam pohon. Dinas Kehutanan kabupaten Manggarai telah menyumbangkan 265 bibit kayu untuk ditanam di Kampung Goloworok. Meskipun dalam jumlah yang relatif sedikit, tetapi ini merupakan langkah awal yang ditempuh untuk memulihkan kembali penghijauan di kampung ini.


Kami telah melibatkan anak-anak dalam penanaman pohon ini. Ada sekitar 90 anak yang ikut bergabung. Mereka adalah murid-murid SMP, SD dan bahkan yang belum mulai sekolah. Kesadaran cinta lingkungan harus dipupuk sejak dini. Ini telah menjadi alasan mengapa kami memilih anak-anak untuk program ini. Diharapkan dengan melatih mereka untuk menanam pohon, kita menciptakan sebuah generasi yang peduli pada alam dan berusaha untuk selalu melindungi alam yang semakin hari semakin dihancurkan oleh ulah manusia itu sendiri.

Lokasi yang dipilih adalah lahan sekitar Kepela Maria Ratu Damai Goloworok. Mengingat waktu penanaman pohon ini adalah beberapa hari sebelum Pesta Natal, kegiatan tanam pohon ini diharapkan bisa memberikan arti baru bagi anak-anak. Pesta kelahiran Kristus bisa menjadi pesta kelahiran kepedulian alam. Kalau saja anak-anak mencintai Sang Juruselamat yang datang, mereka mestinya juga mencintai alam yang diciptakan-Nya. “Pohon Natal” menjadi nama yang terbaik untuk program ini. Mungkin dengan predikat ini anak-anak akan tetap berusaha supaya menjaga pohon natalnya agar tetap tumbuh.

Kami bersyukur sekali karena dalam kegiatan ini beberapa orang tua juga melibatkan diri. Mereka mengajarkan anak-anaknya untuk menanam pohon. Keterlibatan mereka telah membantu kami untuk melakukan penanaman yang benar.

KESIMPULAN
Kerusakan alam telah menjadi fakta yang tidak bisa dipungkiri lagi. Alam yang telah memberikan banyak manfaat kepada manusia telah dinodai oleh manusia itu sendiri. Penyesalan atas penebangan pohon tidaklah cukup. Harus ada upaya untuk memulihkannya. Kegiatan Tanam “Pohon Natal” di Kampung Goloworok adalah salah satu upaya untuk memulihkan alam ini. Walaupun dilakukan dalam skala kecil tetapi ini adalah langkah awal. Semoga nanti tetap ada upaya yang sama agar alam Goloworok dipulihkan kembali.



Terima kasih kami sampaikan untuk Dinas Kehutanan yang telah rela menyumbangkan bibit pohon untuk kampung ini. Kontribusi ini sangat berharga sekali bagi kami. Kami harap ke depannya masih bisa menyumbangkan bibit-bibit pohon untuk kami.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar